Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

BERUSAHALAH MENURUT KEMAMPUAN DIRI SENDIRI & JANGAN MENGANDALKAN KEMAMPUAN ORANG LAIN

            Pernah kita tidak sadar dengan kemampuan kita, sehingga membuat diri kita menjadi lemah akan ketidak tahuan akan kemampuan yang kita miliki tersebut, dengan tidak adanya kepercayaan diri akan adanya sebuah kemampuan di dalam diri kita ini, sehingga membuat diri kita menjadi prustasi & mengandalkan kemampuan orang lain yang kita anggab lebih mampu dari kita. “Contohnya seperti kita mengikuti sebuah ujian akhir, kita tidak percaya diri akan jawaban yang kita isi di dalam lembar jawaban soal, dengan tidak adanya kepercayaan diri dengan jawaban yang kita miliki tersebut, sehingga kita menyontek dengan teman di sebelah, & di belakang kita”.

             Jika kita masih memiliki pemikiran seperti itu…? Tinggalkan segera, cobalah percaya diri akan adanya sebuah kemampuan di dalam diri kita masing-masing, dengan adaya kepercayaan diri di dalam diri kita…? Maka akan membuat diri kita ini menjadi puas akan hasil yang kita dapat menurut kemampuan diri kita.

            Apabila sewaktu kita mengikuti ujian akhir & mengisi jawaban menurut diri sendiri, itu akan membuat diri kita menjadi puas akan jawaban tersebut, biarpun jawaban itu sebenarnya salah yang kita isi. Andaikan kita menyontek & mendapat nilai bagus, itu sama saja percuma, mengapa saya katakan percuma…? Sebab apabila kita menyontek itu otomatis bukan menurut kemampuan kita akan tetapi menurut kemampuan orang lain.

            Nah dari itu pergunakanlah kemampuan yang kita miliki di dalam diri kita masing-masing dengan penuh percaya diri. Percaya diri harus kita miliki dari sekarang sebagai modal untuk menguji mental, mengapa saya katakan menguji mental…? Bila seandainya kita berpidato di depan umum & tidak punya rasa percaya diri…? Itu akan membuat diri kita tidak pandai berbicara di depan umum & membuat wajah kita ini menjadi merah.

            Semoga tulisan saya ini bermanfaat buat pembaca sekalian, khususnya buat penulis sendiri. Bila ada kata-kata yang menyinggungkan, penulis meminta maaf kepada pembaca sekalian.